sumpah , aku sayang kamu
tanyakan pada gumpalan tissue yang
jenuh menampung derasnya tangisku
atau pada mata , yang seringkali
sembab terendam luapan kesedihan
karena sayangku padamu
Wednesday, September 9, 2009
10 Juni 2009 . part three
cinta . apa itu cinta ?
tangisankah ? karena hampir 3 bulan
air mataku mengalir tiada
henti
perihkah ? karena hampir 100 hari
hatiku teriris sembilu
atau bahagiakah ? yang terkadang ,
hanya terkadang ...
masih dapat aku rasakan .
tangisankah ? karena hampir 3 bulan
air mataku mengalir tiada
henti
perihkah ? karena hampir 100 hari
hatiku teriris sembilu
atau bahagiakah ? yang terkadang ,
hanya terkadang ...
masih dapat aku rasakan .
10 Juni 2009 . part two . "Mata yang Kosong"
mata tanpa binar
tanpa senyum
tanpa air mata
tanpa gelak tawa
tanpa kesayuan
hanya bola mata
yang menatap letih
perih , miris
oleh cinta
oleh pengkhianatan
tanpa senyum
tanpa air mata
tanpa gelak tawa
tanpa kesayuan
hanya bola mata
yang menatap letih
perih , miris
oleh cinta
oleh pengkhianatan
10 Juni 2009 . part one
dan segala sesuatunya tentang cinta .
aku cinta padamu . kau pun cinta padaku .
namun cinta kita berbeda . cinta kita tidak sama .
aku mengorbankan diriku , keaslian diriku ,
ciri diriku , kualitas diriku . hanya untuk
cintaku padamu . begitukah kau padaku ?
aku mencari , bertanya pada angin akan kabarmu ,
menyelami rintik hujan untuk mendapati relung
wajahmu . begitukah kau padaku ?
aku merawatmu , menemanimu dalam cambukan
malam , begitukah kau padaku ?
aku menangis untukmu , menetesi tiap air mata
yang seakan tak pernah tersisa . begitukah
kau padaku ?
aku mengalah untukmu , membuang jauh segala
ego dan harga diriku . begitukah kau padaku ?
aku bersujud dihadapanmu , memohon maaf
pada tiap kesalahanku . begitukah kau padaku ?
yang aku tahu , kau tetaplah seorang kau .
pangeran dengan mahkota yang terlalu
angkuh dan tunduk pada pikiran ,
kemauan , dan gengsimu sendiri .
aku cinta padamu . kau pun cinta padaku .
namun cinta kita berbeda . cinta kita tidak sama .
aku mengorbankan diriku , keaslian diriku ,
ciri diriku , kualitas diriku . hanya untuk
cintaku padamu . begitukah kau padaku ?
aku mencari , bertanya pada angin akan kabarmu ,
menyelami rintik hujan untuk mendapati relung
wajahmu . begitukah kau padaku ?
aku merawatmu , menemanimu dalam cambukan
malam , begitukah kau padaku ?
aku menangis untukmu , menetesi tiap air mata
yang seakan tak pernah tersisa . begitukah
kau padaku ?
aku mengalah untukmu , membuang jauh segala
ego dan harga diriku . begitukah kau padaku ?
aku bersujud dihadapanmu , memohon maaf
pada tiap kesalahanku . begitukah kau padaku ?
yang aku tahu , kau tetaplah seorang kau .
pangeran dengan mahkota yang terlalu
angkuh dan tunduk pada pikiran ,
kemauan , dan gengsimu sendiri .
Tuesday, September 8, 2009
seminggu di bulan Agustus 2007
22.08.07
aku sepi , aku ingin pergi
siapakah yang akan menemaniku malam ini ?
menatap kabut dan menemaniku meminum susu dalam gelap .
aku berdiri , masih di sini
siapakah yang akan menemaniku saat pagi ?
menatap hampa yang perlahan berubah menjadi embun perak .
27.08.07
kumohon . tataplah aku
aku mau pergi , tanamkan sayap pada punggungku
29.08.07
cintakah aku pada mu ?
atau merah bibirmu saja yang membara nafsuku ?
sayangkah aku pada mu ?
atau kilau emasmu saja yang membuatku rindu ?
aku sepi , aku ingin pergi
siapakah yang akan menemaniku malam ini ?
menatap kabut dan menemaniku meminum susu dalam gelap .
aku berdiri , masih di sini
siapakah yang akan menemaniku saat pagi ?
menatap hampa yang perlahan berubah menjadi embun perak .
27.08.07
kumohon . tataplah aku
aku mau pergi , tanamkan sayap pada punggungku
29.08.07
cintakah aku pada mu ?
atau merah bibirmu saja yang membara nafsuku ?
sayangkah aku pada mu ?
atau kilau emasmu saja yang membuatku rindu ?
Our Deppest Fear
back to years ago ... when i was in junior high school , i watched a movie called "coach carter" in my friend's house . there is one part of the film which i love the most . it's when one of the cast said these :
i was so interested with that topic so i ended up discussed it my friend . a special friend of mine .
he explained about fear to me , and until now i never able to forget his words . and i decided to share it .
this is his explanation :
our deepest fear isn't that we are inadequate . . our deepest fear is that we are powerful beyond measure .
it's our light , not our darkness that most frightens us ..
it's our light , not our darkness that most frightens us ..
i was so interested with that topic so i ended up discussed it my friend . a special friend of mine .
he explained about fear to me , and until now i never able to forget his words . and i decided to share it .
this is his explanation :
ketakutan terbesar bukanlah pada saat kita tidak cukup kuat untuk diakui dan dipuji .
melainkan memiliki kekuatan tanpa kelakuan yang mencerminkannya .
bukan pada hinaan , melaikan apad saat bergelimangan pujian kita seharusnya takut .
orang yang memiliki kekuatan sejati adalah orang yang tersenyum saat dihina .
karena kekuatan datang dari dalam hati bukan dari pujian orang .
kemenangan sejati adalah pada saat musuh menghormati kemenangan kita .
"kerendahan hati"
melainkan memiliki kekuatan tanpa kelakuan yang mencerminkannya .
bukan pada hinaan , melaikan apad saat bergelimangan pujian kita seharusnya takut .
orang yang memiliki kekuatan sejati adalah orang yang tersenyum saat dihina .
karena kekuatan datang dari dalam hati bukan dari pujian orang .
kemenangan sejati adalah pada saat musuh menghormati kemenangan kita .
"kerendahan hati"
Thursday, September 3, 2009
AKU WANITA
aku . . wanita .
aku merah , aku berdarah .
air mata berkubang .
peluh berkeringat .
aku . . wanita .
mereka bilang aku jalang ?
mereka bilang aku seharga kacang ?
mereka bilang aku dibuang ?
aku . . wanita .
aku memang tidak berpenis ,
namun haruskah aku menangis ?
aku hanya punya vagina ,
dengan itukah aku hina ?
aku . . wanita !
aku bukan bercak hitam pada dinding kelabu .
aku bukan seoongok daging di sebelah pantat ayam .
aku bukan lumutan arca untuk diludahi .
aku bukan hanya penjilat sepasang testis .
aku wanita !
aku wanita ! aku wanita !
aku merah , aku berdarah .
air mata berkubang .
peluh berkeringat .
aku . . wanita .
mereka bilang aku jalang ?
mereka bilang aku seharga kacang ?
mereka bilang aku dibuang ?
aku . . wanita .
aku memang tidak berpenis ,
namun haruskah aku menangis ?
aku hanya punya vagina ,
dengan itukah aku hina ?
aku . . wanita !
aku bukan bercak hitam pada dinding kelabu .
aku bukan seoongok daging di sebelah pantat ayam .
aku bukan lumutan arca untuk diludahi .
aku bukan hanya penjilat sepasang testis .
aku wanita !
aku wanita ! aku wanita !
Subscribe to:
Posts (Atom)