Wednesday, September 9, 2009

10 Juni 2009 . part four

sumpah , aku sayang kamu

tanyakan pada gumpalan tissue yang
jenuh menampung derasnya tangisku

atau pada mata , yang seringkali
sembab terendam luapan kesedihan

karena sayangku padamu

10 Juni 2009 . part three

cinta . apa itu cinta ?

tangisankah ? karena hampir 3 bulan
air mataku mengalir tiada
henti

perihkah ? karena hampir 100 hari
hatiku teriris sembilu

atau bahagiakah ? yang terkadang ,
hanya terkadang ...
masih dapat aku rasakan .

10 Juni 2009 . part two . "Mata yang Kosong"

mata tanpa binar
tanpa senyum
tanpa air mata
tanpa gelak tawa
tanpa kesayuan

hanya bola mata
yang menatap letih
perih , miris
oleh cinta
oleh pengkhianatan

10 Juni 2009 . part one

dan segala sesuatunya tentang cinta .
aku cinta padamu . kau pun cinta padaku .
namun cinta kita berbeda . cinta kita tidak sama .

aku mengorbankan diriku , keaslian diriku ,
ciri diriku , kualitas diriku . hanya untuk
cintaku padamu . begitukah kau padaku ?

aku mencari , bertanya pada angin akan kabarmu ,
menyelami rintik hujan untuk mendapati relung
wajahmu . begitukah kau padaku ?

aku merawatmu , menemanimu dalam cambukan
malam , begitukah kau padaku ?

aku menangis untukmu , menetesi tiap air mata
yang seakan tak pernah tersisa . begitukah
kau padaku ?

aku mengalah untukmu , membuang jauh segala
ego dan harga diriku . begitukah kau padaku ?

aku bersujud dihadapanmu , memohon maaf
pada tiap kesalahanku . begitukah kau padaku ?

yang aku tahu , kau tetaplah seorang kau .
pangeran dengan mahkota yang terlalu
angkuh dan tunduk pada pikiran ,
kemauan , dan gengsimu sendiri .

Tuesday, September 8, 2009

seminggu di bulan Agustus 2007

22.08.07

aku sepi , aku ingin pergi
siapakah yang akan menemaniku malam ini ?
menatap kabut dan menemaniku meminum susu dalam gelap .

aku berdiri , masih di sini
siapakah yang akan menemaniku saat pagi ?
menatap hampa yang perlahan berubah menjadi embun perak .

27.08.07

kumohon . tataplah aku

aku mau pergi , tanamkan sayap pada punggungku

29.08.07

cintakah aku pada mu ?
atau merah bibirmu saja yang membara nafsuku ?

sayangkah aku pada mu ?
atau kilau emasmu saja yang membuatku rindu ?

Our Deppest Fear

back to years ago ... when i was in junior high school , i watched a movie called "coach carter" in my friend's house . there is one part of the film which i love the most . it's when one of the cast said these :

our deepest fear isn't that we are inadequate . . our deepest fear is that we are powerful beyond measure .
it's our light , not our darkness that most frightens us ..

i was so interested with that topic so i ended up discussed it my friend . a special friend of mine .
he explained about fear to me , and until now i never able to forget his words . and i decided to share it .

this is his explanation :

ketakutan terbesar bukanlah pada saat kita tidak cukup kuat untuk diakui dan dipuji .
melainkan memiliki kekuatan tanpa kelakuan yang mencerminkannya .
bukan pada hinaan , melaikan apad saat bergelimangan pujian kita seharusnya takut .
orang yang memiliki kekuatan sejati adalah orang yang tersenyum saat dihina .
karena kekuatan datang dari dalam hati bukan dari pujian orang .
kemenangan sejati adalah pada saat musuh menghormati kemenangan kita .
"kerendahan hati"

Thursday, September 3, 2009

AKU WANITA

aku . . wanita .
aku merah , aku berdarah .
air mata berkubang .
peluh berkeringat .

aku . . wanita .
mereka bilang aku jalang ?
mereka bilang aku seharga kacang ?
mereka bilang aku dibuang ?

aku . . wanita .
aku memang tidak berpenis ,
namun haruskah aku menangis ?
aku hanya punya vagina ,
dengan itukah aku hina ?

aku . . wanita !
aku bukan bercak hitam pada dinding kelabu .
aku bukan seoongok daging di sebelah pantat ayam .
aku bukan lumutan arca untuk diludahi .
aku bukan hanya penjilat sepasang testis .

aku wanita !
aku wanita ! aku wanita !