i did a quiz on facebook , called Which element are you ?. then i got this result :
Congratulations, friend! You are Aether, you rarest and most mystical of all the elements. Metaphysical, otherworldly, supernatural, whichever way you slice it, you are one special soul. Whereas other people have experienced the odd circumstance or random weird event, your life is defined by them. You rely heavily on an intuition that has hardly ever let you down. Sometimes your thoughts and dreams could be considered downright psychic. Having such a unique set of gifts comes at a price though. Mainly a two-way skepticism between yourself and just about everyone else in your world. Finding people who understand you becomes a daily internal struggle and one that follows you wherever you go. Since your element is one supposedly beyond earthly comprehension it is up to you (as well as others) to work to build a bridge of understanding. Your place in the world: You are the ethereal entity blessed (or cursed) with the task of opening the eyes of a closed-minded world to the world they have blinded themselves to.
Tuesday, October 6, 2009
Sunday, October 4, 2009
. . cantik . .
gelap berlahan beringsut turun .
matahari membelai anggun .
dan dia datang , dalam sela gemintang .
. cantik .
dengan cadar kabut , ia datang menjemput .
aroma rumput segar , dandelion mekar .
kesempurnaan meliuk , tanpa terseluk .
. cantik .
namun binar matanya redup .
tercelup dalam ironi yang kalut .
maut mengejar dengan risau .
matahari membelai anggun .
dan dia datang , dalam sela gemintang .
. cantik .
dengan cadar kabut , ia datang menjemput .
aroma rumput segar , dandelion mekar .
kesempurnaan meliuk , tanpa terseluk .
. cantik .
namun binar matanya redup .
tercelup dalam ironi yang kalut .
maut mengejar dengan risau .
Wednesday, September 30, 2009
. . . . . . .
matahari masih terbit di timur dan gelap masih menyelimuti malam .
namun aku jarang melihat bintang , sapaan kerdipan matanya
serta gemerlap genitnya .
ikan-ikan masih berenang melawan arus , cacing-cacing masih bergulat
mempertahankan napas . namun aku jarang melihat kupu-kupu ,
kepakan sayapnya yang rapuh serta kemewahannya yang ringkuh .
jantungku masih berdetak dan denyutku masih bernadi .
namun aku jarang merasakan batinku berderak lagi ,
bayangku makin samar serta jiwaku makin terlekang .
bibirku masih mendesah dan birahiku masih membinatang .
namun aku tak kuat lagi berdiri ,
nuraniku membatu ,
serta batinku membeku ...
namun aku jarang melihat bintang , sapaan kerdipan matanya
serta gemerlap genitnya .
ikan-ikan masih berenang melawan arus , cacing-cacing masih bergulat
mempertahankan napas . namun aku jarang melihat kupu-kupu ,
kepakan sayapnya yang rapuh serta kemewahannya yang ringkuh .
jantungku masih berdetak dan denyutku masih bernadi .
namun aku jarang merasakan batinku berderak lagi ,
bayangku makin samar serta jiwaku makin terlekang .
bibirku masih mendesah dan birahiku masih membinatang .
namun aku tak kuat lagi berdiri ,
nuraniku membatu ,
serta batinku membeku ...
Friday, September 11, 2009
Dewi Malam
dewi malam
seraknya ternoda
binarnya berkabut
dewi malam
bibirnya kelabu
kisahnya berdebu
dewi malam
seraknya ternoda
binarnya berkabut
dewi malam
bibirnya kelabu
kisahnya berdebu
dewi malam
sayap
lutut bersimpuh tempurung
berikan aku sayap
lidah berkeluh belas
rangkaikan aku sayap
dengan sayap aku terbang
aku lapang
garang
berikan aku sayap
lidah berkeluh belas
rangkaikan aku sayap
dengan sayap aku terbang
aku lapang
garang
Wednesday, September 9, 2009
untitled
Drupadi pun menangis amarah .
haruskah aku melolong darah ?
Drupadi punya Pandawa .
aku hanya bisa tertawa .
hatiku memuntahkan benih cinta .
kasih sayang tak lebih dari kata .
jiwaku merasuk roh kebencian .
wanitaku mencabik ketuhanan .
aku menangis ...
namun adakah yang terkikis ?
kalian itu karang , berang , arang .
tidakkah air matamu berlinang menyambut gerangan ?
haruskah aku melolong darah ?
Drupadi punya Pandawa .
aku hanya bisa tertawa .
hatiku memuntahkan benih cinta .
kasih sayang tak lebih dari kata .
jiwaku merasuk roh kebencian .
wanitaku mencabik ketuhanan .
aku menangis ...
namun adakah yang terkikis ?
kalian itu karang , berang , arang .
tidakkah air matamu berlinang menyambut gerangan ?
Subscribe to:
Posts (Atom)